Peserta Bakti Pemuda Nusantara Eksplor Kehidupan Sosial Masyarakat

MENTRA, Jakarta – Peserta Bakti Pemuda Nusantara melakukan kunjungan serta eksplor kehidupan sosial masyarakat setempat di desa Majasari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (23/5/2024).

Desa Majasari menjadi salah satu desa tempat pengabdian oleh putra putri terbaik Se-Indonesia dalam program Bakti Pemuda Nusantara (BAPEN) yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya berupa Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara (PKPBN) yang diselenggarakan secara non fisik dengan pembekalan di Hotel Mercure Ancol dan secara fisik di Pusdiklat Rumpin, Bogor.

Program dengan tujuan untuk mengamati dan berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat desa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, dan peternak.

Hari pertama, Kelompok 9 melakukan observasi dan kunjungan lapangan untuk lebih memahami dinamika kehidupan sehari-hari warga Desa Majasari.

Observasi ini mencakup berbagai aspek sosial dan ekonomi, serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjalankan profesi mereka.

Warga Desa Majasari yang sebagian besar bekerja sebagai petani, menyambut baik kedatangan para pemuda dari Kelompok 9. Para petani di desa ini umumnya mengelola sawah dan kebun mereka secara tradisional, mengandalkan pengetahuan turun-temurun dan teknologi sederhana.

Selain bertani, beberapa warga juga terlibat dalam perdagangan kecil-kecilan dan peternakan, yang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga mereka.

“Kami sangat senang dengan kedatangan adik-adik dari BAPEN. Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi kami untuk terus maju dan berkembang,” ujar mantan kepala desa Majasari, Jaro Dayat, yang juga pemilik taman baca anak – anak.

Selain melakukan observasi, Kelompok 9 juga berencana untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Rencana kegiatan tersebut meliputi penyuluhan, serta program kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi kami untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan desa. Kami ingin bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Majasari,” kata Ilham, selaku kepala suku kelompok 9 BAPEN.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Kelompok 9 berharap dapat membantu masyarakat Desa Majasari dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Program BAPEN ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat jangka pendek, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat pedesaan di Indonesia.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *