Ketum PII Aceh Soroti Pengeroyokan Siswa di Aceh

MENTRA – Dunia pendidikan Aceh kembali digemparkan dengan kasus pengeroyokan salah satu siswa SMA Modal Bangsa oleh sesama siswa. Kasus yang sempat menjadi obrolan hangat terungkap setelah orangtua siswa melapor ke polisi 31 Agustus 2023.

Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh, Amsal , sangat menyesalkan kasus ini dan menganggap itu merupakan kerusakan sistem pendidikan di Aceh, Sabtu (02/09/2023).

“Ini adalah peristiwa yang mengindikasikan begitu bobroknya sistem pendidikan di Aceh, terlebih pendidikan karakter,” ujarnya.

Amsal menambahkan, Peristiwa ini menunjukkan bahwa pendidikan di Aceh cuma menekankan pengetahuan tanpa mempedulikan akhlak dan karakter.

“Seharusnya Aceh sebagai daerah Syariat Islam lebih memperhatikan akhlak siswa,” sambungnya.

Ketum PW PII Aceh, kembali mengatakan bahwa dirinya dan PII Aceh mengecam atas tindakan anarkis dan tidak beradab yang dilakukan oleh siswa pelaku pengeroyokan tersebut.

“Kita mengecam tindakan anarkis tersebut. Pendidikan seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk meningkatkan mutu diri malah menjadi tempat anarki yang menimbulkan ketakutan bagi korban korban bullying ini,” tambahnya.

Amsal juga menyebut ini adalah tanggungjawab Dinas Pendidikan Aceh yang bertugas menjamin keberlangsungan pendidikan Aceh berjalan dengan baik.

“PII Aceh sangat konsen terkait pendidikan di Aceh. Kami melihat ini adalah tanggungjawab dari Dinas Pendidikan Aceh,” ujarnya.

Amsal mengatakan, peristiwa ini menguatkan, bagaimana Aceh semakin bobrok di era kepemimpinan sekarang.

“Kami menegaskan kepada Pj. Gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Karena Dinas Pendidikan adalah pelaksana teknis urusan yang sangat komplek yaitu sistem pendidikan di seluruh Aceh,” pungkasnya.

Amsal menyebutkan, seharusnya segera diganti, jangan terlalu lama dipegang oleh pelaksana harian (Plh). Apalagi sekarang ditambah dengan jabatan baru.

“Maka harus segera dilakukan penyegaran di Dinas Pendidikan Aceh,” tutupnya.

 

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *