Masyarakat Desa Majasari Miliki UMKM Pembuatan Gula Aren

MENTRA, Jakarta – Ditengah gemuruh modernisasi dan urbanisasi, masyarakat Desa Majasari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tetap teguh melestarikan warisan tradisional mereka melalui usaha kecil menengah (UMKM) pembuatan gula aren.

Salah satu pemilik usaha UMKM ini, oleh sosok penuh dedikasi yaitu Sariko atau biasa akrab dipanggil dengan “Mak Iko”. Berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan budaya lokal.

Gula aren dari Desa Majasari dikenal memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional memastikan kualitas dan keaslian produk tetap terjaga.

Mak Iko dan keluarga kecilnya memanen nira dari pohon aren, yang kemudian dimasak hingga mengental dan dicetak menjadi gula merah. Proses ini tidak hanya membutuhkan ketelatenan, tetapi juga keahlian yang telah diwariskan turun-temurun.

Meskipun memiliki produk berkualitas tinggi, UMKM ini menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas, minimnya dukungan teknologi, serta kurangnya perhatian dari pemerintah menjadi kendala utama. Kondisi ini diperparah dengan persaingan dari produk gula industri yang lebih murah namun kurang otentik.

Mak Iko, menginginkan melalui perhatian dan dukungan dari pemerintah serta publik, UMKM pembuatan gula aren di Desa Majasari dapat lebih berkembang.

“Kami memerlukan bantuan dalam bentuk pelatihan, akses ke teknologi modern, dan tentunya pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kami bisa meningkatkan produksi tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Mak Iko saat ditemui tim Mentra.id, Ahad (26/5/2024).

Perhatian dari pemerintah sangat diharapkan, khususnya dalam bentuk bantuan modal, pelatihan keterampilan, serta fasilitasi pemasaran. Selain itu, publik juga dapat berperan dengan membeli produk lokal dan membantu mempromosikannya melalui berbagai platform, baik online maupun offline.

UMKM pembuatan gula aren di Desa Majasari adalah contoh nyata betapa kayanya warisan budaya Indonesia yang perlu dijaga dan didukung. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti bagi keberlangsungan usaha ini dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Melalui perhatian yang tepat, kedepan usaha kecil ini bisa tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah serta mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak lama.

Mak iko biasa menjual produk hasil olahan gula arennya, selain langsung ke masyarakat juga kepada tengkulak, biasanya tengkulak ini juga akan menjual lagi ke masyarakat lainnya di pasar dan itu biasanya dijual dengan harga yang jauh lebih murah Rp 6.000/set daripada menjual ke masyarakat langsung. Untuk penghasilan sendiri yaitu ditargetkan sebesar Rp 60.000/hari nya.

Mak Iko, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarganya kerap kali juga tidak mencukupi. Terlebih bahwa sang suami yang saat ini juga mengalami gangguan penyakit pada mata serta terkadang tidak tercukupi untuk membeli pembiayaan obat.

“Ditambah saat ini anak sedang mengalami sakit pada paru paru. Tentu hal seperti ini sangat amat menyulitkan kondisi perekonomian keluarga kami,” katanya.

Lanjut, Mak Iko ingin penyebarluasan informasi usaha gula aren kami dapat terdistribusikan lebih luas. Sehingga penghasilan dapat lebih optimal serta ada dukungan dari berbagai pihak dalam membantu perekonomian keluarganya.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *