Rilis Logo Harlanas, PII Wati Usung Tema “Perempuan Pelopor Lingkungan”

MENTRA, Jakarta – Koordinator Pusat Korps PII Wati merilis logo Harlahnas Korps PII Wati ke-60 tahun dengan mengusung tema “Perempuan Pelopor Lingkungan” yang diunggah di Instagram @piiwati pada Jum’at (21/6/2024).

Alasan pengangkatan tema lingkungan tersebut berdasarkan pada fakta bahwa saat ini Indonesia mengalami darurat lingkungan. Beberapa provinsi utama di Indonesia yang memiliki hutan primer dan lahan gambut terus menunjukkan peningkatan kehilangan hutan.

Pada tahun 2018, provinsi Kalimantan Timur, Maluku dan Papua Barat mengalami peningkatan deforestasi masing-masing sebesar 43%, 40%, dan 36% dibandingkan tahun 2017.

Deforestasi yang terjadi dapat menyebabkan hilangnya habitat bagi flora dan fauna, emisi gas rumah kaca, erosi tanah, dan banjir. Deforestasi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim global.

Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, pada tahun 2023 terdapat 18,3 juta ton sampah yang tertimbun di Indonesia setiap tahunnya. Fakta tersebut menjadikan Indonesia didapuk sebagai negara penghasil sampah terbesar kelima di dunia.

Data diatas menjadi dua dari sekian fakta bahwa Indonesia sedang mengalami situasi lingkungan yang memprihatinkan, sehingga harus ada perhatian khusus dari masyarakat untuk menemukan solusi–dalam hal ini PII Wati di gerakan pelajar putri.

Perempuan memainkan peran penting dalam pelestarian dan pemulihan lingkungan. Karena dengan tradisi dan budaya di Indonesia menjadikan perempuan tumbuh dengan memiliki pengetahuan tradisional dan lokal yang luas terkait lingkungan.

Ditambah dengan jumlah 44,19 juta pelajar di Indonesia saat ini, Korpus PII Wati sebagai organisasi yang memiliki basis kader dengan entitas perempuan dan pelajar atau kerap disebut sebagai pelajar putri memiliki peluang besar memainkan perannya untuk menjadi pelopor lingkungan dan berkontribusi dalam usaha pelestarian lingkungan.

Rohayati, Ketua Korpus Korps PII Wati periode 2023-2025 mengatakan, Harlah PII Wati ke-60 tahun ini menjadi momentum untuk mendeklarasikan diri bahwa PII Wati secara kelembagaan terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap persoalan umat dan bangsa.

“Karenanya peringatan hari lahirnya Korps PII Wati tidak hanya diamknai sebagai agenda seremonial tahunan yang bebas nilai atau sekedar ajang nostalgia romantisme perjuangan zaman dulu. Namun lebih dari itu, peringatan harlah ini menjadi momentum untuk PII Wati memberikan dampak nyata bagi Indonesia ke depannya,” kata Rohayati saat ditemui tim Mentra.id, Ahad (23/6/2024).

Ketua Rohayati, menambahkan, peringatan hari lahir yang ke-60 ini mengusung tema lingkungan, sebab sebagai momentum merefleksikan perjuangan kader PII Wati dari masa ke masa namun juga menjadi simbolik gerakan kolektif pelajar putri mengatasi masalah lingkungan.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *