Posyandu Kampung Tipar Desa Majasari, Banten: Kolaborasi Bidan Desa dan BAPEN Kemenpora RI dalam Pemeriksaan Anak Balita dan Ibu Hamil

MENTRA, Jakarta – Pemeriksaan anak balita dan ibu hamil di Posyandu Desa Majasari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten, mendapat tambahan dukungan dari Peserta Bakti Pemuda Nusantara (BAPEN) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tahun 2024, Selasa (4/6/2024).

Kolaborasi ini menjadi sinergi yang kuat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan.

Hari ini, Posyandu Kampung Tipar menjadi pusat kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi warga Desa Majasari. Bersama-sama, bidan desa dan kader posyandu mengajak serta menekankan betapa pentingnya pencegahan penyakit juga perawatan kesehatan untuk anak-anak balita dan ibu hamil.

Bidan Desa Majasari, Lia Yuliawati menyampaikan dirinya bersyukur sekali bahwa kegiatan pada hari ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Terlebih ini sudah mencapai sasaran seperti kepada anak balita dan ibu hamil untuk dilakukan pemeriksaan serta edukasi kesehatan.

“Tentu saya juga ingin dari tenaga kesehatannya, kedepan dapat dibantu lagi. Dimana sejauh ini dirinya merupakan bidan satu-satunya yang ada di Desa Majasari. Oleh karena itu sangat diperlukan lagi tenaga bantuan kesehatan agar pemeriksaan kepada sasaran dapat terakomodir dari seluruh dusun yang ada di desa ini,” ujarnya.

Salah satu kepala posyandu, yang memimpin Posyandu Kampung Tipar di Desa Majasari, menyoroti kolaborasi yang erat antara pihak posyandu dengan BAPEN Kemenpora RI dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari BAPEN Kemenpora RI yang telah turut serta dalam kegiatan pemeriksaan ini. Ini membuktikan komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pedesaan,” ujar Kepala Posyandu.

Kegiatan pemeriksaan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat dan perawatan yang tepat.

Kedepan adanya kolaborasi seperti ini bisa membuat kesadaran akan pentingnya kesehatan semakin tersebar luas di masyarakat pedesaan, dan angka kematian ibu dan anak dapat ditekan lebih jauh.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *