Perkenalkan Warisan Budaya Tak Benda Leuit, Petani Desa Majasari Sambut Peserta Bakti Pemuda Nusantara

MENTRA, Jakarta –  Program Bakti Pemuda Nusantara (BAPEN) oleh Kader Bela Negara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa.

Baru-baru ini, kader yang ditempatkan di Desa Majasari melakukan kunjungan kepada para petani di persawahan setempat untuk membangun silaturahmi, kepedulian serta rasa keingintahuan mereka terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat, Sabtu (25/5/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Kader Bela Negara tidak hanya berdialog dengan para petani mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pertanian, tetapi mereka juga diperkenalkan penggunaan leuit oleh para perani, atau lumbung tradisional, untuk menyimpan padi.

Leuit merupakan metode tradisional yang telah lama digunakan oleh masyarakat untuk memastikan hasil panen padi lebih tahan lama dan aman dari gangguan hama.

Para petani di Desa Majasari menyambut baik kunjungan ini dan merasa sangat senang dengan adanya semangat anak muda untuk turut serta langsung di lapangan.

“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran mereka yang ingin mendapatkan pengetahuan baru serta tanggapan mereka terkait solusi praktis dalam penyimpanan padi,” ujar Pangiwa Sumar, RW 004 Desa Majasari dan selaku petani setempat.

Selain itu pula, disampaikan bahwa hambatan yang dihadapi oleh para petani setempat dalam bertani tentunya sangat banyak. Misal banyaknya hama yang terkadang sulit di berantas, bantuan pupuk yang stocknya terbatas, dan lain sebagainya.

“Tentu hal seperti ini juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan dari padi tersebut,” tambah Pangiwa Sumar.

Program BAPEN yang digagas oleh Kemenpora bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam perkembangan pembangunan desa serta memperkuat ketahanan pangan melalui metode-metode tradisional yang terbukti efektif.

Penggunaan Leuit oleh masyarakat sebagai solusi penyimpanan padi menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan ini, mengingat pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen untuk kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata dari sinergi antara pemuda dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal serta menjaga tradisi yang bermanfaat. Dengan keberlanjutan program seperti BAPEN, diharapkan Desa Majasari dan desa-desa lainnya di Indonesia dapat terus maju dan berkembang.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *