Gerakan Banten Raya Pelopori Berbagi Takjil dan Sosialisasi Kampus

MENTRA, Jakarta – Moment bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di bulan ini, Gerakan Banten Raya (Geber) mempelopori gerakan berbagi takjil dan sosialisasi kampus kepada masyarakat luas. Gerakan Banten Raya berbagi ini dipelopori oleh Zaenudin dan Yusril, yang dilakukan di Jalan Raya depan Kampus STISIP Banten Raya, Jum’at (29/3/2024).

Zaenudin, Ketua Gerakan Banten Raya menyampaikan, bahwa inisiasi ini dipelopori oleh para mahasiswa yang memiliki rasa kepedulian kepada sesama. Organisasi Taktis yang bernama Gerakan Banten Raya ini terdiri dari sekumpulan mahasiswa yang tergabung pada jurusan Ilmu Administrasi Publik dan Ilmu Pemerintahan.

“Momentum Bulan Ramadhan ini adalah berbagi, selain kami membagikan takjil sebanyak 100 pcs kepada masyarakat yang melintas di depan kampus, kami juga menyisipkan brosur sosialisasi penerimaan mahasiswa baru kepada masyarakat. Dengan adanya gerakan ini, masyarakat lebih luas mengenal kampus STISIP Banten Raya yang berlokasi di Pandeglang,” pungkasnya.

Zaenudin, menambahkan, peran organ taktis ini bisa dirasakan oleh masyarakat umum. Sehingga tri dharma perguruan tinggi bisa terimplikasi dengan baik dan kami bisa bermanfaat untuk sesama.

Ketua Pelaksana, Yusril, menerangkan bahwa gerakan ini murni dari gotong royong kami semuanya. Pada dasarnya kami ingin berbagi kebahagiaan untuk masyarakat sekitar lingkungan kampus. Kebersamaan dalam diri kami ini sebagai wujud refleksi bahwa keberadaan kami dirasakan oleh masyarakat umum.

“Bagi kami gerakan ini merupakan gerakan pelopor yang mana kami ingin bermanfaat bagi sesama, dan kebahagian kami bisa dirasakan oleh semuanya,” ungkapnya.

Yusril, menambahkan,  bahwa kegiatan ini semoga bisa berjalan dari tahun ke tahun, sehingga eksistensi keberadaan organ taktis Gerakan Banten Raya yang memiliki slogan Geber ini bisa dirasakan oleh semuanya.

“Semoga gerakan kebaikan ini terus menular dan eksistensi Mahasiswa STISIP Banten Raya dapat dirasakan kebermanfaatannya oleh semua masyarakat,” tutupnya.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *