Rajut Kolaborasi, Poros Pelajar Nasional Gelar Buka Puasa Bersama

MENTRA, Jakarta – Poros Pelajar Nasional merajut kolaborasi dengan agenda buka puasa bersama di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rabu (27/3/2024).

Dalam agenda tersebut hadir PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), PP Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), PP Ikatan Pelajar Persis (IPP), PP Ikatan Pelajar Putri Persis (IPPI Persis), PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (IPNWDI), PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW), PB Pelajar Islam Indonesia (PII), PP Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA), PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan PP Ikatan Pelajar Mathla’ul Anwar (IPMA).

Pada Focus Grup Discussion (FGD) masing-masing ketua umum diminta memberikan pendapat tentang progres dari organisasi pelajar dalam membangun bangsa.

Ketum PP IPNU, M. Agil Nuruzzaman, mengatakan, pelajar butuh dua dimensi yaitu pendidikan dan spiritual.

“Karenanya kita perlu membentuk tim untuk kegiatan seperti starting eleven,” ucapnya.

Ketum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, mengatakan,
butuhnya peranan perempuan pada kegiatan poros pelajar.

Ketum, PP IPP, Ferdiansyah, mengatakan, terkait gen Z dalam mengatasi mental health.

“Ada dua hal yang penting yaitu pendidikan dan emosional,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketum PP IPPI Persis , Zihan Siti Nurhaliza, mengungkapkan, poros pelajar harus ada pembinaan dan distribusi. Bagaimana generasi pemuda hari ini harus disiapkan 2045 mendatang.

Ketum PP IPNWDI, Zahid Ramdhan, menuturkan, banyak hal yang harus di garap, program yang bisa di garap dalam waktu dekat yaitu pendidikan dari segi kaderisasi.

“Momentum pertemuan yang menyatukan poros pelajar seperti kemah bersama di tahun 2017 lalu,” tuturnya.

Ketum IPNW, Affharozi, menambahkan, poros pelajar harus tetap hubbul wathan minal iman, karena kecintaan pada negeri itu bagian dari iman.

Sementara, Ketum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, mengungkapkan, fokus kedepan itu adalah pendidikan. Bahwa ada 3 aspek yang di dapatkan yaitu intelektual, emosional dan spiritual.

“Karena pendidikan menjadi isu yang belum terselesaikan,” ungkapnya.

Ketum PP IPA, Afri Yandi Putra, menyebutkan, bahwa menyiapkan regenerasi perlu dari sekarang. Kolaborasi itu wajib, membawa nama Indonesia dan membangun Indonesia.

“Jangan hanya jadi narasi, representasi menyiapkan generasi. Karena ini menjadi pondasi penting di masa yang akan datang. Membangun kolaborasi dengan pemerintah, sehingga tidak hanya wacana,” sebutnya.

Ditambahkan oleh Ketum PP IPM, Riandy Prawita, bahwa bagaimana bicara pelajar tentang keseluruhan dengan membuat pelatihan tingkat nasional dan sinergi okp tingkat pelajar.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *