Sebut Perempuan Dalang Korupsi Suami, Mahfud MD Diprotes Desak Minta Maaf

MENTRA, Jakarta – Adv Adiba Uzma Ashri, S.H, C.Med Seorang Advokat Peradi dan Aktivis Perempuan mengkritik pernyataan Cawapres nomor urut 3 Yaitu Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., dikenal dengan nama Mahfud MD yang mengatakan banyak Koruptor masuk penjara karena tuntutan istri. (12/12/23).

Adiba sangat mengecam dan sangat menyayangkan atas pernyataan yang di lontarkan oleh Mahfud Md yang telah Memojokkan dan Melukai Perempuan Indonesia. Korupsi adalah suatu bentuk ketidakjujuran atau tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi yang dipercayakan dalam suatu jabatan kekuasaan, untuk memperoleh keuntungan yang haram atau penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi seseorang, ” tegas Addiba.

Menurutnya, korupsi tidak memandang jenis kelamin.

“Maka saya menyampaikan bahwa tandanya Mahfud MD tidak mampu memahami Isu Gender. Kendati data dan Fakta di lapangan pelaku korupsi terbanyak ditunjukkan dan dilakukan oleh kaum laki-laki,” tambahnya.

Adiba melanjutkan, adapun terjadinya perbuatan korupsi karena faktor dari perempuan atau (istri). Sudah bisa dipastikan laki-laki atau suami tidak punya pendirian, baik dalam sikap konsisten dan komitmen dalam dirinya untuk tidak mengambil yang bukan haknya. Itu merupakan penyakit mental individu yang parah dan saat ini dimiliki pelaku tindak pidana korupsi .

“Lagi pula, saat ini sudah banyak kok perempuan-perempuan mandiri dan merdeka secara finansial tanpa ketergantungan kepada laki-laki,”Ucap Adiba.

Dikatakan Adiba bahwa banyak pula istri-istri yang malah ikut bekerja untuk membantu Perekonomian keluarganya. Tandanya apa? Justru Peran Istri lah yang mendukung Para suami untuk mencegah melakukan tindak pidana Korupsi. Penyebab seseorang melakukan tindak pidana Korupsi:

  1. Kesadaran atau Kemauan
  2. Kesempatan
  3. Rasional

“Adapun tindak pidana korupsi selalu terjadi di Indonesia berulang secara berkelanjutan seakan tidak pernah ada habisnya , karena penegakan hukum dan pengawasan masih lemah, sehingga menyebabkan tingginya kejadian Korupsi di Indonesia,” bebernya.

“Semoga ke depannya kita semua masyarakat Indonesia dapat bersinergi untuk sama-sama mencegah dan memberantas Korupsi lebih baik lagi untuk di Indonesia emas menuju keunggulan yang nyata dan maju secara hukum agar dapat merubah dari yang baik menuju lebih baik,” pungkasnya. (red.resky)

Riki Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *