Ketua Umum PW PII Banten Buka Suara Soal Ramai Dugaan Ijazah Palsu SMK Lebak Banten

Mentra – Polemik seputar dugaan ijazah palsu di SMK 17 Agustus di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten yang mencuat ke permukaan beberapa waktu lalu menyoroti ketidakmampuan pengawasan dalam dunia pendidikan di Banten, khususnya di Kabupaten Lebak.

Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Banten, menyatakan keprihatinan terhadap kasus ini, menegaskan bahwa lemahnya pengawasan berpotensi merusak integritas dunia pendidikan.

Ketua Umum PW PII Banten, Ihsanudin, menyatakan bahwa kasus tersebut bukan hanya sekadar pelanggaran individu, tetapi juga menciderai nilai-nilai kejujuran yang seharusnya menjadi landasan pendidikan.

“Jelas-jelas ini melukai martabat pendidikan jika memang benar-benar ijazah palsu, akan semakin banyak yang berani memalsukan ijazah,” ungkap Ihsan saat ditemui tim Mentra.id, Selasa (28/11/2023).

Ihsan menyatakan, dugaannya bahwa permasalahan serupa mungkin masih terjadi di tempat lain jika pengawasan dari Komite Sekolah (KCD), khususnya di Lebak, masih lemah.

“Anomali ini perlu dicermati. Ijazah palsu seharusnya tak bisa lepas dari pengawasan, dan KCD seharusnya bersikap proaktif daripada menunggu kasus viral baru direspons,” ujarnya.

Ketua Umum PW PII Banten, menambahkan. kasus ini juga mengancam nasib 9 siswa yang dapat menjadi korban atas tindakan oknum tersebut.

“Ijazah digunakan sebagai persyaratan kerja, dan mereka menjadi tidak dapat melamar pekerjaan karena hal ini,” tutupnya.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *