Lembaga Perlindungan Konsumen Merah Putih Pandeglang Menyoroti Persoalan di SD Negeri 1 Sukajadi

MENTRA, Pandeglang – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukajadi yang berlokasi di kecamatan Carita baru-baru ini diramaikan nya dengan berita murid diliburkan sekolahnya, karena ada salah satu guru yang akan mengadakan resepsi pernikahan pada Sabtu, (04/12023).

Dengan adanya kejadian tersebut awak media berusaha untuk meminta informasi melalui kepala sekolah dan kormin kecamatan Carita, tapi sangat disayangkan kepala sekolah dan kormin alergi terhadap wartawan yang dimana konfirmasi dari awak media melalui pesan WhatsApp hanya sebatas dibaca dan tidak ada balasan sama sekali.

Lembaga perlindungan konsumen merah putih (LPK-MP) menyoroti terkait adanya informasi tersebut melalui pemberitaan media online.

Djemi selaku humas LPK-MP kabupaten Pandeglang kepada awak media mengatakan, “sangat disayangkan bila memang ada suatu sekolah dengan meliburkan kegiatan mengajar untuk suatu kepentingan yang pribadi, artinya belajar mengajar untuk murid bukan prioritas,mungkin seperti saya kira untuk para guru di SDN 1 Sukajadi.”

Persoalan seperti ini menurutnya  tidak bisa diam saja.

“Sebagai kontrol sosial, ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling mengawasi dalam setiap kegiatan, agar tidak adanya penyalahgunaan wewenang. Maka dengan ini kami dari lembaga perlindungan konsumen akan mencari tau kebenaran terkait pemberitaan yang beredar, insya Allah kita akan kunjungi dan bersilaturahmi ke sekolah untuk mencari informasi seimbang, agar tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.

Lanjut Djemi, ila benar dengan kejadian tersebut maka Djemi atas nama lembaga perlindungan konsumen akan mengambil sikap agar oknum – oknum guru tersebut bisa ditindaklanjuti.

“Bila ada unsur pidananya, saya tidak akan segan-segan untuk segera membuat laporan kepada pihak APH untuk ditindaklanjuti. Tentunya kita juga akan komunikasii dengan Kormin dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.

Djemi juga mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk menelusuri masalah ini.

“Insya Allah nanti kita akan bentuk tim untuk menindak lanjuti informasi ini. Saya pribadi menilai belajar di usia dini sangat penting sebagai dasar untuk ke arah jenjang lebih tinggi. Tidak bisa dibuat bercandaan bila menyinggung terkait pendidikan. Kita harus memerhatikan secara maksimal masa depan putra putri anak bangsa kita. Masa, hanya satu guru yang menikah harus semua guru libur. Bagaimana itu? Sangat tidak mendidik,” pungkas Djemi.

Riki Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *