Indikasi KKN, LASK Minta KPK Periksa Kadin Perkim Sumsel

Mentra – Lembaga Agent Social Kontrol (LASK), lakukan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK RI, dengan langsung dipimpin Jenderal Lapangan, Andi Leo, Jakarta (26/10/2023).

Aksi kali ini menyampaikan aspirasi tuntutan salah satunya mengenai dugaan tindak KKN yang dilakukan oleh oknum Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sumsel, Basyaruddin Akhmad.

Andi Leo, menjelaskan, untuk meminta KPK untuk segera turun tangan memeriksa indikasi kkn yang dilakukan oleh BS karena, sampai saat ini kasus pasar Cinde dan kasus rehab mess mahasiswa Sumsel di Jogja serta proyek timbunan keramasan yang tak kunjung menemukan titik terang, padahal sudah ada indikasi kuat merugikan negara.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akhirnya resmi melakukan pemutusan kontrak pembangunan Pasar Cinde dengan PT Magna Beatum Aldiron Plaza Cinde. Proyek pembangunan Aldiron Plaza Pasar Cinde (APC) dengan anggaran Rp 330 miliar dimulai sejak Juni 2018. Namun saat Pandemi Covid-19 melanda, pembangunan Aldiron Plaza Pasar Cinde terbengkalai tanpa pekerjaan hingga saat ini,” jelasnya.

Andi menambahkan, awalnya pembangunan APC ini selain plaza yang isi oleh para pedagang asli Pasar Cinde yang menempati beberapa lantai, APC juga terintegrasi dengan Light Rail Transit (LRT). Kemudian, rencana itu nampaknya tinggal angan-angan semata. Sebab, berdasarkan pantauan langsung ke lapangan, kawasan pembangunan yang ditutup menggunakan dinding setinggi sekitar 2 meter ini, terkunci rapat. Buntut dari mangkraknya pembangunan selama 6 tabun tersebut, mengakibatkan puluhan korban pedagang Pasal Cinde menuntut pengembalian uang atas pembelian unit, kios, atau lapak kepada PT Magna Beatum selaku pengembang.

“Kerugian mereka lumayan besar Rp 8,4 miliar, bahkan mereka sudah melayangkan surat ke Presiden RI, Ketua DPR RI, Ketua KPK RI, Kapolri, Gubernur Sumsel, dan pengacara Hotman Paris SH supaya dapat menyikapi kondisi yang korban alami. Hingga kini polemik tersebut masih terus terjadi dan masih belum ada kejelasan dari Kontraktor Pelaksana terkait keberlangsungan pembangunan Pasar Cinde atau Aldiron Plaza tersebut,” tutupnya.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *