Ketua PB PII Bidang Komunikasi Umat Berpesan Bagi Kader dan Pelajar di Wilayah Karhutla

MENTRA – Ketua Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) Bidang Komunikasi Umat (KU), Muhammad Furqan Raka saat ditemui tim jurnalis Mentra.id, memberikan pesan kepada kader PII terkait beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan, (13/9/2023).

Furqan menjelaskan, sampai saat ini terdapat 34 titik kejadian karhutla di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 titik telah padam, sedangkan 18 titik lainnya masih dalam proses penanganan dan pendinginan. Menurut dia, beberapa wilayah tersebut potensi banyaknya kader PII itu sendiri.

Wilayah dengan titik karhutla tersebut di antaranya Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, serta di Kalimantan Barat, seperti Kubu Raya, Mempawah, Sungai Raya, Singkawang, dan Sambas. Sementara karhutla di Kalimantan Tengah tercatat di Kapuas, Sukamara, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat. Karhutla juga terjadi di Pare-pare (Sulawesi Selatan), Minahasa (Sulawesi Utara), serta Situbondo dan Kota Batu (Jawa Timur).

”Sampai sekarang tim KU masih terus melakukan pemantauan melalui media dan virtual untuk melaporkan perkembangan wilayah,” jelasnya.

Furqan mengatakan, berdasarkan data Sipongi KLHK, sejak Januari-Juli 2023 telah terjadi karhutla seluas 90.405 hektar. Karhutla terluas terjadi di Nusa Tenggara Timur (28.718 hektar), disusul Kalbar (12.537 hektar), Nusa Tenggara Barat (9.662 hektar), Kalimantan Selatan (7.483 hektar), Jatim (7.076 hektar), Lampung (2.992 hektar), dan Kalimantan Tengah (2.948 hektar).

“KLHK harus melakukan prioritas pencegahan dan penanganan di lahan gambut mengingat mayoritas karhutla di berbagai wilayah terjadi di ekosistem tersebut,” ujarnya.

Furqan menambahkan, setiap tahun selalu ada insiden pembakaran hutan, terlepas dari kondisi gambut yang mudah terbakar dan lebih sulit dipadamkan bila terjadi kekeringan khususnya saat musim kemarau.

“Saya mengkhawatirkan proses pembelajaran pelajar, kondisi udara yang seharusnya sehat dan imun tubuh dalam beraktivitas, khususnya untuk kader PII,” tambahnya.

Ketua PB PII Bidang KU mengatakan, selama proses penanganan oleh pemerintah berlangsung, kader PII tentu harus siap dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Karenanya perlu menjaga kesehatan dan mencegah dari penyakit saluran pernafasan.

“Terakhir, untuk terus siaga dan selalu menggunakan masker, agar tetap bisa melakukan aktivitas belajar di sekolah dengan baik,” tutupnya.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *